SMP Global Cahaya Bangsa Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan melalui Kawah Kepemimpinan Pelajar SMP 2026
PROGRAM KPP 2026 • DIREKTORAT SMP, KEMENDIKDASMEN RI
Delegasi Resmi: Bianca Kenes Asriningati, Zhair Mohammaed El Hakim, Muhammad Zukruf Aditya Atmaja, dan Deandra Keyla Quinnova bersama pendamping Bapak Fajar Rahmad.S. pada Kawah Kepemimpinan Pelajar Jenjang SMP 2026 di Yogyakarta. |

YOGYAKARTA, AGUSTUS 2026 — SMP Global Cahaya Bangsa turut ambil bagian dalam Kawah Kepemimpinan Pelajar (KPP) SMP 2026, sebuah program yang diselenggarakan oleh Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 11–13 Agustus 2026, di The Rich Hotel Yogyakarta, dan mempertemukan pelajar dari berbagai sekolah yang berasal dari wilayah Kota Yogyakarta, Kab Sleman, Kab Bantul, Kab Kulon Progo, Kab Gunung Kidul, Kota Magelang, Kab Magelang, dan Kabupaten Klaten. Jumlah Pelajar yang mengikuti Agenda tersebut Sebanyak 266 Siswa dari wilayah tersebut.
SMP Global Cahaya Bangsa mendelegasikan empat siswa, yaitu Bianca Kenes Asriningati (7 Cyber), Zhair Mohammaed El Hakim (7 Cyber), Muhammad Zukruf Aditya Atmaja (7 Helix), dan Deandra Keyla Quinnova (7 Helix), dengan pendampingan Bapak Fajar Rahmad. S. Keikutsertaan ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengembangkan leadership skills sekaligus belajar menjadi generasi muda yang berani, bertanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Pengalaman Belajar dan Inspirasi Tokoh
Rangkaian KPP menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Pada hari pertama, peserta mendapatkan inspirasi dari berbagai tokoh. Adi Har Keminggris, seorang influencer, mengajak siswa melihat luasnya peluang di dunia global melalui kemampuan berbahasa dan keberanian untuk berkontribusi secara positif.
Sementara itu, Kapten Ripdho Mohawk Utomo dari TNI AU memperkuat pemahaman mengenai kepemimpinan melalui nilai trust, disiplin, karakter, dan kemampuan mengelola tim. Berbekal pengalaman lebih dari 5.000 jam terbang, ia menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak hanya dituntut untuk mampu mengarahkan orang lain, tetapi juga harus mampu membangun kepercayaan dan memberikan teladan melalui kedisiplinan.
"Leadership is not about being the best, but about bringing out the best in others." — ESENSI KAWAH KEPEMIMPINAN PELAJAR 2026 |
Inspirasi berikutnya hadir melalui materi “Cara Berpikir Suprarasional Anak Indonesia Hebat” yang disampaikan oleh Dr. Raden Ridwan Hasan Saputra, matematikawan dari Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor. Siswa diajak memahami bahwa pengambilan keputusan membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan berpikir logis. Seorang pemimpin perlu melihat persoalan dari berbagai perspectives, mempertimbangkan dampaknya, serta tetap berlandaskan hati dan niat yang baik.
Pesan tersebut diperkuat melalui sesi “Suara Pelajar, Suara Masa Depan” bersama Kak Christin Styaningrum dari Forum Anak Jawa Tengah, yang mengingatkan bahwa suara pelajar memiliki arti ketika disampaikan melalui gagasan yang jujur, kritis, dan bertanggung jawab. Para siswa kemudian mengaplikasikan pembelajaran tersebut melalui Break Out Room (BOR), dengan berbagai simulasi leadership, problem solving, analisis persoalan, kerja tim, hingga penyusunan action plan.
Membentuk Generasi Pemimpin Berkarakter
Bagi SMP Global Cahaya Bangsa, KPP SMP 2026 bukan sekadar kegiatan di luar sekolah, melainkan bagian dari proses mempersiapkan calon pemimpin muda Indonesia. Pengalaman ini diharapkan mampu menumbuhkan keberanian siswa untuk mengambil peran, kemampuan bekerja bersama, kedisiplinan, kepedulian terhadap persoalan sosial, serta kesadaran bahwa menjadi pemimpin berarti siap memberikan manfaat bagi orang lain.
Dari ruang-ruang diskusi dan simulasi kepemimpinan, para siswa belajar bahwa leadership is not about being the best, but about bringing out the best in others. Semangat inilah yang diharapkan terus dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan sekolah sebagai langkah kecil menuju generasi pemimpin yang berkarakter, berintegritas, dan mencintai Indonesia.